
Benar memang....
kakek kami adalah pejuang, berlari dengan bedil memburu penjajah.......
kadang pula menghindar ke dalam hutan......
dengan jiwa mudanya menentang penindasan negeri ini....
dengan semangat berkobarnya rela mati untuk ibu pertiwi......
sekarang.....
benar memang...beliau telah tiada.....
dipanggil yang kuasa karena usia....
tapi...! kami masih tetap ingat....
saat kami duduk, dia bercerita akan perjuangannya bagi negeri.....
wahai penguasa negeri ......
lihatlah kami anak-anak bangsa ini.....
Meringis nangis melihat bangsa ini di hina....
coba tanya para ibu kami.....
mereka akan menjawab dengan linang air mata...
air...